- Penyuluh Sambut Bulan Suci, GDI Langensari Gelar Pengajian dan Tahlil Akbar
- Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Integritas, MTs Negeri 1 Kota Banjar Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)
- Penyuluh Agama Segarkan Ilmu Lewat Tafsir Al Ibriz
- PAI Kecamatan Langensari Sampaikan Materi Moderasi Beragama Di Muslimat NU
- Haul Tokoh Ulama Kec. Langensari, Ini pesan Penyuluh Agama Islam
- Jaga Kebugaran, MTsN 3 Banjar Gelar Senam Sehat Setiap Jumat
- Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah
- Kecamatan Langensari Gelar Apel Gabungan: KUA Langensari Turut Hadir, Koramil 1318 Bertindak sebagai Petugas
- BAZNAS Kota Banjar Genap 25 Tahun: Perjalanan Panjang dalam Pelayanan Zakat yang Amanah
- Takmir Diperkuat, Kemenag Dorong Pengelolaan Masjid yang Lebih Profesiona
Takmir Diperkuat, Kemenag Dorong Pengelolaan Masjid yang Lebih Profesiona

Kota Banjar (Humas) - Kementerian Agama melalui program penguatan sumber daya manusia masjid kembali menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM Masjid yang berlangsung di Hotel Horison Palma Pangandaran, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para takmir masjid, penyuluh agama, serta pengurus lembaga keagamaan dari berbagai daerah.
Pelatihan menghadirkan narasumber yang memaparkan urgensi peningkatan kinerja takmir sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid secara profesional. Materi pelatihan menegaskan bahwa kinerja merupakan perpaduan antara kemampuan dan motivasi, sehingga takmir perlu memperkuat kapasitas diri sekaligus komitmen pelayanan.
Baca Lainnya :
- Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci0
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
- Menuju Masjid Lebih Profesional, Takmir Gencarkan Peningkatan Kinerja0
- Langkah Awal Pembangunan, Arah Kiblat Mushalla Al-Mubarok Kota Banjar Ditentukan0
- Kajian Fikih: Pembahasan Khulu Berdasarkan Kitab Al-Bajuri0
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diajak memahami kembali esensi memakmurkan masjid melalui nilai-nilai yang tertuang dalam Q.S. At-Taubah ayat 18 dan 105, yang menjadi landasan bagi setiap pengelola masjid untuk bekerja dengan amanah, terukur, dan penuh tanggung jawab.
Salah satu peserta, Ujang Saepurrahman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, penguatan kompetensi takmir merupakan kebutuhan mendesak seiring dinamika masyarakat dan perkembangan teknologi informasi.
“Pelatihan ini memberikan perspektif baru bahwa pengelolaan masjid memerlukan pendekatan manajerial yang baik. Takmir tidak hanya mengurusi kegiatan ibadah, namun juga dituntut mampu memberikan layanan yang profesional kepada jamaah,” ungkap Ujang.
Ia menambahkan bahwa masjid dapat berkembang menjadi pusat aktivitas umat.
“Masjid hari ini memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi, pemberdayaan, dan kreativitas. Dengan peningkatan kapasitas SDM, masjid dapat menjadi pusat pembinaan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial dan komunikasi dakwah yang humanis. Para peserta dibekali pemahaman mengenai standar etika publikasi, termasuk penyampaian pesan yang santun, inklusif, dan tidak mengeksploitasi kondisi sosial masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap penguatan kapasitas takmir dapat mendorong terwujudnya pengelolaan masjid yang akuntabel, tertib administrasi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan jamaah.
Kegiatan pada sesi kedua ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh pada pengelolaan masjid di wilayah masing-masing, sehingga masjid dapat berperan lebih optimal sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)

.png)
.png)
