Menuju Masjid Lebih Profesional, Takmir Gencarkan Peningkatan Kinerja

04 Feb 2026, 17:56:18 WIB Keagamaan
Menuju Masjid Lebih Profesional, Takmir Gencarkan Peningkatan Kinerja


Kota Banjar (Humas) - Upaya peningkatan profesionalisme pengelolaan masjid terus digencarkan para takmir dan pemangku kepentingan keagamaan. Hal ini terlihat dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM Masjid yang diselenggarakan di Hotel Horison Palma Pangandaran, Rabu, 4 Februari 2026.


Baca Lainnya :

Kegiatan tersebut diikuti lembaga pengelola masjid dan tokoh keagamaan, termasuk Ujang Saepurrahman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari. Ia hadir sebagai peserta sekaligus bagian dari jajaran penyuluh yang mendorong terwujudnya tata kelola masjid yang lebih modern dan akuntabel.


Materi pelatihan disampaikan oleh Encep Abdul Rojak, S.H.I., M.Sy., Dosen Universitas Islam Bandung sekaligus Pengurus Masjid Agung Tasikmalaya. Dalam pemaparannya, Encep menekankan pentingnya manajemen masjid yang adaptif, profesional, dan berorientasi pelayanan.


“Masjid kini memiliki peran strategis yang tak hanya sebatas tempat ibadah. Masjid adalah pusat peradaban, pusat edukasi, dan pusat pelayanan sosial. Karena itu, pengelolaan yang profesional menjadi kebutuhan, bukan pilihan,” ujarnya di hadapan peserta.


Sementara itu, Ujang Saepurrahman menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas takmir. Menurutnya, pengelola masjid harus memahami perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.


“Pelatihan ini membuka wawasan kami untuk lebih siap menghadapi tantangan pengelolaan masjid di era sekarang. Kita harus mampu memberikan pelayanan terbaik, transparan, dan berorientasi pada jamaah,” ungkap Ujang.


Ia juga menambahkan bahwa penguatan kompetensi SDM masjid akan berdampak langsung pada upaya moderasi beragama yang saat ini terus digalakkan Kementerian Agama.


“Masjid yang dikelola secara profesional akan menjadi ruang yang teduh, inklusif, dan menyejukkan bagi masyarakat. Ini sejalan dengan program penguatan moderasi beragama yang menjadi fokus Kemenag,” tegasnya.


Kegiatan materi pada sesi pertama ditutup dengan sesi diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai komitmen penguatan tata kelola masjid di wilayah masing-masing.


Kontributor : Raditia




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment