Penyuluh Agama Segarkan Ilmu Lewat Tafsir Al Ibriz

06 Feb 2026, 14:26:35 WIB Keagamaan
Penyuluh Agama Segarkan Ilmu Lewat Tafsir Al Ibriz

Kota Banjar (Humas) - Penyuluh Agama Islam KUA Langensari kembali meningkatkan kapasitas keilmuan melalui kajian rutin tafsir Al Ibriz yang digelar di Gedung Dakwah Islam Kecamatan Langensari pada hari Jum'at, 6 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at pagi ini menghadirkan narasumber K.H. Muhammad Ahsin Mahrus, Lc., M.A., pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar dan akademisi Institut Miftahul Huda Al Azhar yang dikenal luas dalam kajian tafsir Nusantara.

 

Kajian berjalan hangat dan interaktif. Dalam penyampaiannya, K.H. Ahsin menekankan pentingnya penguatan kompetensi penyuluh agama di tengah tantangan dakwah kontemporer. “Tafsir Al Ibriz tidak hanya memberikan pemahaman ayat secara tekstual, tetapi juga menyajikan konteks yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa. Ini menjadi bekal berharga bagi para penyuluh yang setiap hari bersentuhan dengan umat,” ujarnya.

Baca Lainnya :

 

Para penyuluh menyambut antusias kegiatan ini. Firli, salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, menilai kajian ini menjadi ruang penyegaran intelektual bagi para pendamping umat. “Sebagai penyuluh, kami perlu terus memperbarui wawasan. Tafsir Al Ibriz memberikan perspektif yang membumi, sehingga memudahkan kami menjelaskan ajaran agama dengan bahasa yang dipahami masyarakat,” ungkapnya.

 

Senada dengan Firli, Mustopa Habib menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu digalakkan secara berkala. “Materi yang disampaikan Kiai Ahsin sangat relevan dengan tantangan yang kami hadapi di lapangan. Penjelasan beliau membuat kami lebih percaya diri ketika membimbing jamaah, terutama dalam isu-isu keagamaan yang sensitif,” jelasnya.

 

K.H. Ahsin juga menutup sesi dengan pesan penting tentang peran strategis penyuluh agama. “Penyuluh adalah garda terdepan Kementerian Agama. Ketika penyuluh memahami tafsir dengan baik, maka nilai-nilai Al-Qur’an akan lebih mudah dihadirkan dalam kehidupan masyarakat,” tuturnya.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Langensari untuk memperkuat kompetensi aparatur sekaligus menjaga kualitas bimbingan keagamaan di masyarakat. Kajian ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi mendalam antar peserta.

 

Kontributor : Raditia 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment