Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi

04 Feb 2026, 22:03:17 WIB Keagamaan
Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi


Kota Banjar (Humas) - Kementerian Agama kembali memperkuat kualitas layanan hisab rukyat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat 2026 yang berlangsung pada Rabu, 4 Februari 2026 di Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini menghadirkan para penyuluh, operator hisab rukyat, serta unsur terkait untuk meningkatkan kompetensi teknis dalam tatalaksana administrasi hisab rukyat dan pemanfaatan aplikasi modern sebagai instrumen pendukung observasi.


Baca Lainnya :

Salah satu peserta yang hadir adalah M. Firli Yanto, S.H., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari. Firli menilai kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan standar pelayanan hisab rukyat semakin akurat, tertib, dan adaptif terhadap teknologi.


“Kegiatan ini sangat strategis dalam meningkatkan kapasitas kami di lapangan. Hisab rukyat bukan hanya persoalan teknis melihat hilal, tetapi juga bagaimana administrasi, pelaporan, dan verifikasinya tersusun rapi. Penggunaan aplikasi berbasis digital membuat proses menjadi lebih cepat, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Firli.


Firli juga menambahkan bahwa pendekatan modern tersebut sangat membantu para penyuluh di tingkat kecamatan, khususnya dalam menghadapi tantangan penetapan awal bulan qamariah yang membutuhkan data yang presisi dan valid. “Sebagai penyuluh, kami di daerah sering berhadapan dengan kebutuhan sosialisasi penetapan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah. Dengan pemahaman hisab rukyat yang terstandar dan aplikasi yang mumpuni, kami lebih siap memberikan edukasi yang jelas kepada masyarakat,” tambahnya.


Kegiatan Bimtek ini menghadirkan narasumber utama Dr. H. Toto Suprianto, M.Ag, dari Bidang Pengukuran Kiblat, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Jawa Barat. Dalam penyampaiannya, Toto menekankan pentingnya harmonisasi antara metode hisab klasik dengan teknologi observasi modern.


“Hisab dan rukyat bukan dua pendekatan yang dipertentangkan, tetapi justru saling menguatkan. Administrasi yang tertata, penggunaan perangkat digital, dan pelaporan berbasis aplikasi menjadikan hasil observasi lebih kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun administratif,” jelas Toto.


Ia juga menekankan bahwa para penyuluh dan ASN di lingkungan Kemenag harus menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi astronomi modern. “BHRD Jawa Barat terus mendorong pemutakhiran metode dan perangkat. Dengan kemampuan baru ini, para penyuluh dapat tampil sebagai garda depan dalam memberikan pemahaman hisab rukyat secara benar kepada masyarakat,” tegasnya.


Kegiatan Bimtek Hisab Rukyat 2026 di Pangandaran ini diharapkan menjadi momentum peningkatan profesionalitas layanan hisab rukyat di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama dalam memastikan ketepatan dan keteraturan penetapan kalender hijriah nasional.


Kontributor : Raditia




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment