- Penyuluh Sambut Bulan Suci, GDI Langensari Gelar Pengajian dan Tahlil Akbar
- Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Integritas, MTs Negeri 1 Kota Banjar Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)
- Penyuluh Agama Segarkan Ilmu Lewat Tafsir Al Ibriz
- PAI Kecamatan Langensari Sampaikan Materi Moderasi Beragama Di Muslimat NU
- Haul Tokoh Ulama Kec. Langensari, Ini pesan Penyuluh Agama Islam
- Jaga Kebugaran, MTsN 3 Banjar Gelar Senam Sehat Setiap Jumat
- Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah
- Kecamatan Langensari Gelar Apel Gabungan: KUA Langensari Turut Hadir, Koramil 1318 Bertindak sebagai Petugas
- BAZNAS Kota Banjar Genap 25 Tahun: Perjalanan Panjang dalam Pelayanan Zakat yang Amanah
- Takmir Diperkuat, Kemenag Dorong Pengelolaan Masjid yang Lebih Profesiona
Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah

Kota Banjar (Humas) - Upaya mewujudkan masjid yang mandiri, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jamaah terus digencarkan Kementerian Agama melalui program penguatan kapasitas pengelola masjid. Salah satunya tampak dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Masjid yang digelar di Pangandaran dan diikuti oleh para pengelola serta penyuluh agama dari berbagai daerah.
Baca Lainnya :
- Kecamatan Langensari Gelar Apel Gabungan: KUA Langensari Turut Hadir, Koramil 1318 Bertindak sebagai Petugas0
- BAZNAS Kota Banjar Genap 25 Tahun: Perjalanan Panjang dalam Pelayanan Zakat yang Amanah0
- Takmir Diperkuat, Kemenag Dorong Pengelolaan Masjid yang Lebih Profesiona0
- Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci0
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
Salah satu peserta, Ujang Saepurrahman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, menilai bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi tata kelola masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelayanan umat.
“Kemandirian masjid bukan hanya soal finansial, tetapi juga tentang kemampuan mengelola fasilitas, meningkatkan layanan, dan menjawab kebutuhan sosial jamaah. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa masjid harus dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujar Ujang.
Dalam sesi diskusi, para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen aset masjid, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, hingga strategi menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ujang menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas menjadi kunci bagi masjid untuk tetap relevan di era modern.
“Masjid yang makmur adalah masjid yang mampu memberikan manfaat langsung bagi jamaahnya. Dengan pengelolaan yang terstruktur dan inovatif, insyaallah masjid dapat menjadi ruang aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara takmir, penyuluh, pemerintah daerah, dan masyarakat. Transformasi masjid, menurut para narasumber, menuntut sinergi agar program-program yang dirancang dapat berjalan efektif.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi di masjid-masjid wilayah Jawa Barat, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban. Kementerian Agama menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi tersebut.
Dengan semangat kemandirian dan profesionalisme, para peserta termasuk Ujang Saepurrahman siap membawa pembaruan dan praktik terbaik ke lingkungan masing-masing demi kemakmuran jamaah dan kemajuan pengelolaan masjid di Indonesia.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)

.png)
.png)
