Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah

05 Feb 2026, 16:59:48 WIB Keagamaan
Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah


Kota Banjar (Humas) - Upaya mewujudkan masjid yang mandiri, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jamaah terus digencarkan Kementerian Agama melalui program penguatan kapasitas pengelola masjid. Salah satunya tampak dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Masjid yang digelar di Pangandaran dan diikuti oleh para pengelola serta penyuluh agama dari berbagai daerah.


Baca Lainnya :

Salah satu peserta, Ujang Saepurrahman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, menilai bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi tata kelola masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelayanan umat.


“Kemandirian masjid bukan hanya soal finansial, tetapi juga tentang kemampuan mengelola fasilitas, meningkatkan layanan, dan menjawab kebutuhan sosial jamaah. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa masjid harus dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujar Ujang.


Dalam sesi diskusi, para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen aset masjid, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, hingga strategi menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ujang menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas menjadi kunci bagi masjid untuk tetap relevan di era modern.


“Masjid yang makmur adalah masjid yang mampu memberikan manfaat langsung bagi jamaahnya. Dengan pengelolaan yang terstruktur dan inovatif, insyaallah masjid dapat menjadi ruang aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat,” tambahnya.


Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara takmir, penyuluh, pemerintah daerah, dan masyarakat. Transformasi masjid, menurut para narasumber, menuntut sinergi agar program-program yang dirancang dapat berjalan efektif.


Pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi di masjid-masjid wilayah Jawa Barat, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban. Kementerian Agama menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi tersebut.


Dengan semangat kemandirian dan profesionalisme, para peserta termasuk Ujang Saepurrahman siap membawa pembaruan dan praktik terbaik ke lingkungan masing-masing demi kemakmuran jamaah dan kemajuan pengelolaan masjid di Indonesia.


Kontributor : Raditia 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment